Viralitas Tiktok dan Dampaknya Terhadap Selera Musik Anak Muda

Tiktok tidak hanya jadi tempat untuk mencari hiburan, tapi juga kini jadi tempat dimana lagu-lagu bisa langsung viral dalam waktu yang super cepat. Semua berkat algoritma dan konten video pendek yang membuat orang terus-terusan nonton. Karena TikTok membuat konten bisa dengan cepat menyebar, lagu yang tadinya biasa-biasa saja bisa langsung jadi hits. Timbulah satu pertanyaan: apa kita masih mendengarkan musik karena kualitasnya, atau cuma karena lagu itu lagi tren di TikTok?

Jadi, bagaimana sih TikTok bisa bikin lagu jadi viral? sederhananya, ketika seseorang menggunakan lagu dalam video mereka, entah itu untuk dance challenge atau sekadar menyesuaikan lirik dengan situasi, lagu tersebut bisa langsung jadi hits. Semakin banyak orang yang ikut menggunakan lagu tersebut, semakin viral lagunya. Misalnya, lagu “Lesung Pipi” dari Raim Laode yang jadi populer lagi setelah dipakai dalam banyak video TikTok. Atau lagu-lagu lainnya yang menjadi viral setelah digunakan pada platform tiktok.

Sisi positifnya, TikTok memberi kesempatan besar untuk musisi baru dan independen untuk dikenal banyak orang tanpa harus melalui jalur tradisional yang susah dan mahal. Sekarang, cukup dengan unggah lagu yang menarik dan punya daya tarik untuk audiens, bisa langsung viral. Beberapa musisi lokal seperti Nadin Amizah, Tiara Andini, atau Kaleb J juga bisa terkenal berkat TikTok. TikTok memungkinkan semua orang untuk jadi viral, bukan cuma mereka yang punya sumber daya besar.

Tapi, tentu saja ada sisi negatifnya juga. TikTok bisa membuat selera musik anak muda jadi cenderung seragam. Sebab, banyak orang hanya mendengarkan lagu dari cuplikan 15 detik yang dipakai di TikTok. Orang-orang jadi kenal lagu dari bagian yang singkat, tanpa pernah dengar seluruh lagunya. Ini membuat orang hanya suka lagu yang gampang diingat dan cocok untuk dijadikan backsound video, bukan karena kualitas atau makna di balik lagu tersebut. Akhirnya, selera musik kita jadi terbentuk berdasarkan apa yang sedang viral, bukan karena kita bener-bener menikmati musik itu.

Tapi, bukan berarti kita bisa nge-judge TikTok sepenuhnya. TikTok tetap bisa jadi tempat yang positif kalau digunakan dengan bijak. Anak muda bisa tetap menikmati musik yang viral, tapi juga jangan lupa untuk mencari lagu-lagu lain yang tidak kalah bagus. Selalu penting untuk tetap kritis dalam memilih musik, tidak hanya sekedar ikut-ikutan yang viral.

Akhirnya, TikTok memang sudah membawa perubahan besar dalam dunia musik. Dari peluang bagi musisi baru hingga tantangan soal kualitas musik, semuanya jadi bagian dari perubahan yang terjadi di dunia digital ini. Selera musik mungkin bisa berubah-ubah sesuai tren, tapi yang terrpenting adalah musik tetap bisa jadi ruang untuk ekspresi yang jujur dan bermakna, bukan hanya jadi ajang cari perhatian atau sekadar ikut-ikutan tren.


Penulis: Ruhani

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama